TP PKK Bener Meriah Ikuti Kegiatan Promosi dan Sosialisasi Program Prioritas Pembangunan Keluarga

Lisma Warda | Jumat, 27 Februari 2026 | Informasi Pemerintahan  Informasi Umum 

Bener Meriah, 26 Februari 2026 — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menyelenggarakan kegiatan Promosi dan Sosialisasi Program Prioritas Pembangunan Keluarga secara hybrid pada Kamis (26/2/2026) pukul 08.30 hingga 13.00 WIB. 

Kegiatan ini bertujuan mempercepat dan mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas pembangunan keluarga, meliputi Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), serta Pemberdayaan Ekonomi Keluarga. Undangan kegiatan ditujukan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Indonesia dan dibuka langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN serta dihadiri Ketua Umum TP PKK Pusat. Peserta mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube Kemendukbangga/BKKBN. 

 

Dari Kabupaten Bener Meriah, kegiatan ini diikuti oleh Ketua TP PKK, Ny. Meutia Fauziah Tagore beserta anggota, Ketua Dharma Wanita, Ny. Use Ferawati serta Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Gazali, SKM. Melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil Sensus Penduduk Tahun 2020 yang menunjukkan Indonesia tengah berada pada momentum bonus demografi, sehingga memerlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang produktif, inovatif, dan berdaya saing global. Pembangunan nasional dinilai tidak akan optimal apabila keluarga sebagai unit terkecil masyarakat masih berada dalam kondisi rentan, seperti mengalami stunting, pola asuh yang kurang baik, fenomena fatherless, kekerasan dalam rumah tangga, serta kemiskinan. Keluarga yang sehat, berpendidikan, dan sejahtera akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu mendorong kemajuan bangsa.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, pembangunan keluarga merupakan upaya terencana untuk mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan sehat serta membentuk keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Strategi Kemendukbangga/BKKBN difokuskan pada penguatan ketahanan dan pemberdayaan keluarga melalui pendekatan siklus kehidupan, mulai dari pembinaan keluarga balita dan anak, remaja, hingga lansia. 

Program prioritas seperti TAMASYA, GATI, SIDAYA, dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga dirancang agar setiap keluarga mampu menjalankan fungsi dasarnya secara optimal. Peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dinilai sangat strategis karena memiliki jejaring hingga tingkat keluarga dan menjadi ujung tombak pemberdayaan serta perubahan perilaku masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi penyelarasan kebijakan dan strategi antara TP PKK dan Kemendukbangga/BKKBN, sekaligus berbagi praktik baik dari berbagai daerah dalam pelaksanaan program prioritas pembangunan keluarga.

Tujuan kegiatan ini antara lain untuk berbagi informasi mengenai program prioritas pembangunan keluarga dan program TP PKK, mengintegrasikan program prioritas ke dalam rencana kerja TP PKK di semua jenjang, memperkuat sinergi antara TP PKK dan Kemendukbangga/BKKBN dalam penguatan ketahanan keluarga, serta menyebarluaskan praktik baik pelaksanaan program di daerah. Hasil yang diharapkan meliputi tersosialisasikannya program secara luas, tersusunnya rencana aksi TP PKK yang mencakup program prioritas, terbangunnya kolaborasi strategis dalam optimalisasi sumber daya, serta munculnya praktik-praktik baik yang dapat direplikasi oleh daerah lain.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Ketua Umum TP PKK Pusat, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Kemendukbangga/BKKBN, serta perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri dan TP PKK dari sejumlah daerah yang telah berhasil mengimplementasikan program prioritas pembangunan keluarga. Peserta luring terdiri atas perwakilan Kementerian Dalam Negeri, TP PKK Pusat, Dinas Pemberdayaan Provinsi DKI Jakarta, serta beberapa direktorat di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN. (DN/KominfoBM)