Peningkatan Aktivitas Kegempaan Gunung Bur Ni Telong, Status Tetap Waspada (Level II)

Lisma Warda | Senin, 5 Januari 2026 | Informasi Pemerintahan  Informasi Umum 

Bener Meriah, Aceh – Gunung Api Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan yang signifikan pada Senin, 30 Desember 2025. Meskipun demikian, berdasarkan pengamatan visual dan instrumental hingga pukul 22.00 WIB, tingkat aktivitas gunungapi strato dengan ketinggian 2.624 m dpl ini masih berada pada Level II (Waspada). 

Kronologi Peningkatan Kegempaan

Peningkatan aktivitas dipicu oleh terekamnya Gempa Terasa dengan Magnitudo 4.5 pada pukul 20.43 WIB. Lokasi gempa ini berada sekitar 5 km di sebelah barat daya puncak G. Bur Ni Telong. 

Gempa tersebut segera diikuti oleh lonjakan Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan Gempa Vulkanik Dangkal (VB). 

Hingga pukul 21.30 WIB, tercatat:
* 7 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB). 
* 12 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA). 
* 1 kali Gempa Tektonik Lokal. 
* 4 kali Gempa Terasa. 

Menurut laporan dari Badan Geologi, peningkatan kegempaan ini teramati semakin intensif dan semakin dangkal. Namun, pada pukul 22.00 WIB, kegempaan G. Bur Ni Telong dilaporkan kembali mengalami penurunan.

Pengamatan visual pada pukul 21.44 WIB menunjukkan gunung api terlihat jelas dan asap kawah tidak teramati. 

Potensi Ancaman dan Rekomendasi

Pihak Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyoroti bahwa terjadinya gempa susulan setelah Gempa Tektonik Lokal menunjukkan bahwa aktivitas magma mudah terpicu oleh gempa tektonik di sekitar G. Bur Ni Telong. 

Potensi bahaya yang mungkin terjadi meliputi:
* Erupsi yang dipicu oleh gempa tektonik di sekitar G. Bur Ni Telong. 
* Erupsi freatik tanpa didahului peningkatan kegempaan yang signifikan. 
* Hembusan gas-gas vulkanik di sekitar tembusan solfatara dan fumarol, yang dapat membahayakan jika konsentrasi gas terhirup melebihi nilai ambang batas aman. 

Rekomendasi bagi Masyarakat dan Pengunjung:

Berdasarkan Level II (Waspada), masyarakat dan pengunjung/pendaki diimbau untuk:
1. Tidak mendekati area kawah Bur Ni Telong dalam radius 3 km dari kawah. 
2. Tidak berada di daerah fumarol dan solfatara terutama saat cuaca mendung atau hujan, karena konsentrasi gas dapat membahayakan kehidupan. 

Tingkat aktivitas G. Bur Ni Telong akan segera ditinjau kembali jika terdapat perubahan visual maupun kegempaan yang signifikan. 

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pos Pengamatan Gunungapi Bur Ni Telong di Desa Serule Kayu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.