Pendampingan Psikologis Intensif untuk Keluarga Korban, Bu Susi Dapat Penguatan dan Bantuan Sepeda Motor
Lisma Warda | Rabu, 28 Januari 2026 | Informasi Pemerintahan Informasi Umum
Bener Meriah, 27 Januari 2026 — Pendampingan psikologis intensif terus diberikan kepada keluarga korban terdampak musibah, khususnya kepada Bu Susi yang dinilai sebagai salah satu korban dengan beban psikologis terberat.
Hal tersebut disampaikan oleh Ismi Niara Bina, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku tenaga ahli psikolog dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Bener Meriah, yang selama ini terlibat langsung dalam proses pemulihan trauma keluarga korban.
Ia menjelaskan bahwa Bu Susi mengalami kehilangan besar dalam musibah tersebut. “Bu Susi ini termasuk yang paling berat cobaannya. Beliau kehilangan suami dan dua orang anaknya. Selain itu, abang ipar serta mertuanya juga meninggal dunia. Karena itu, pendampingan kepada beliau kita intensifkan,” ujarnya.
Menurut Ismi, proses pendampingan sudah dilakukan beberapa kali. Ia sendiri telah tiga kali turun langsung menemui Bu Susi untuk memberikan penguatan psikologis. Dalam sesi pendampingan, diberikan terapi psikologi sederhana agar kondisi emosional Bu Susi perlahan lebih stabil.
“Kita berikan penguatan secara psikologis, lalu terapi-terapi sederhana supaya beliau bisa lebih tenang. Harapannya, trauma yang dialami pelan-pelan bisa berkurang, dan semangat hidupnya dapat berangsur pulih kembali,” jelasnya.
Pendampingan terakhir dilakukan pada 27 Januari 2026, saat tim turun bersama rombongan dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah Aceh dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Bener Meriah.
Selain fokus pada pemulihan trauma, kunjungan tersebut juga disertai penyerahan bantuan sosial.
Dalam kesempatan itu, Aisyiyah menyerahkan donasi berupa satu unit sepeda motor kepada Bu Susi. Bantuan ini diharapkan dapat mendukungnya untuk kembali beraktivitas secara perlahan.
“Kita harapkan Bu Susi bisa kembali ke aktivitas normal. Ini juga bagian dari proses pemulihan. Kalau terlalu lama terpuruk dan tidak kembali beraktivitas, dikhawatirkan kondisi mental akan semakin sulit pulih,” tambah Ismi.
Turut hadir dalam rombongan tersebut antara lain Edi Jaswin, S.KM., M.Si, selaku Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Bener Meriah. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung pemulihan psikologis dan sosial keluarga korban, khususnya perempuan dan anak yang terdampak langsung oleh bencana.
Pendampingan akan terus dilanjutkan secara berkala guna memastikan kondisi psikologis Bu Susi dan keluarganya semakin membaik. Pemerintah daerah bersama lembaga mitra juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan moral agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal. (JT- DiskominfoBm)