Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah Terus Dilakukan
Lisma Warda | Senin, 29 Desember 2025 | Informasi Pemerintahan Informasi Umum
Bener Meriah | Pemerintah Kabupaten Bener Meriah terus melakukan upaya penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah kabupaten. Berdasarkan laporan pantauan data penanggulangan bencana alam per Rabu, 24 Desember 2025 pukul 21.00 WIB, bencana tersebut berdampak pada 10 kecamatan dan 232 desa.
Jumlah penduduk terdampak tercatat sebanyak 183.043 jiwa, dengan rincian 30 jiwa meninggal dunia, 14 jiwa hilang, dan 12 jiwa mengalami luka-luka. Selain itu, terdapat 5.425 jiwa pengungsi yang saat ini menempati 39 titik pengungsian yang tersebar di beberapa kecamatan.
Bencana ini juga mengakibatkan 6 kecamatan dan 57 desa berada dalam kondisi terisolir, dengan total 35.387 jiwa warga terdampak isolasi akibat terputusnya akses jalan dan kerusakan infrastruktur.
Kerusakan infrastruktur meliputi 166 jembatan rusak, 81 titik jalan rusak yang mencakup jalan nasional, provinsi, dan kabupaten, serta kejadian longsor di 61 lokasi dan banjir di 27 lokasi. Selain itu, tercatat 1.792 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan, serta 43 titik saluran air bersih terdampak.
Dampak bencana juga dirasakan pada sektor pertanian, antara lain kebun kopi seluas 291,5 hektar, sawah 65,227 hektar, perkebunan 214,2 hektar, dan kolam 0,645 hektar yang mengalami kerusakan.
Pada sektor fasilitas umum, tercatat kerusakan pada 22 fasilitas pendidikan, 23 fasilitas peribadatan, dan 15 fasilitas kesehatan dengan tingkat kerusakan beragam.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan, meliputi pelayanan seluruh puskesmas, rumah sakit umum, layanan perkantoran, penyediaan air bersih, serta penanganan sampah.
Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI/Polri, dan seluruh pemangku kepentingan terkait terus melakukan langkah tanggap darurat, pendataan lanjutan, serta percepatan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan guna mengantisipasi potensi bencana susulan. (Rel/LJ)