Jumlah Koperasi Terdampak Bencana Banjir dan Longsor di Bener Meriah

Lisma Warda | Senin, 12 Januari 2026 | Informasi Pemerintahan  Informasi Umum 

Bener Meriah - Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Rabu, 26 November 2025, melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Bener Meriah, dan mengakibatkan kerusakan pada mitra koperasi ,Berdasarkan data sementara yang masuk dalam Tabel Jitupasna Koperasi, tercatat 6 (enam) koperasi yang terdampak bencana banjir dan longsor dan telah/ sedang menyampaikan data kerusakan, dengan fokus utama pada kebun kopi anggota koperasi dan sarana prasarana.

Data ini masih bersifat dinamis dan berpotensi bertambah seiring pembaruan laporan lapangan.

Koperasi yang terdampak antara lain: 1. Koperasi Produsen Bersama Mandiri Sejahtera (BAHTERA) 2. Koperasi Produsen Petani Kopi Arabika 3. Koperasi Produsen Kopi Wanita Gayo (KOKOWA) 4. KSU Buana Mandiri 5. Koperasi Produsen Sumatera Permata Gayo Coffee 6. KSU PERMATA GAYO Luasan Kerusakan Kebun Anggota Koperasi Berdasarkan rekapitulasi sementara dari laporan koperasi, total luasan kebun anggota koperasi yang terdampak bencana adalah sebagai berikut: Rusak Berat (RB) : 250,80 hektar Rusak Sedang (RS) : 163,32 hektar Rusak Ringan (RR) : 206,78 hektar Kerusakan tersebut tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Bukit, Bandar, Wih Pesam, Permata, Bener Kelipah, Mesidah, dan Timang Gajah.

Koperasi dengan Dampak Terparah .Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bener Meriah, Sanusi Purnawira Dade, S.IP., SH., M.Si., yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan Koperasi, Hasra S.Fil.I., M.A.P., menjelaskan dari seluruh koperasi terdampak, Koperasi KSU Permata Gayo merupakan yang paling parah terdampak. Berdasarkan hasil penaksiran awal, kerugian yang dialami meliputi: Kerusakan bangunan koperasi, dan Kerusakan lahan jemur kopi dengan estimasi nilai kerugian mencapai ± Rp20.000.000.000,- (dua puluh miliar rupiah). “Data ini merupakan laporan sementara dan akan terus diperbarui seiring masuknya data baru dari koperasi terdampak serta hasil verifikasi lanjutan di lapangan,” tutup Hasra