Disdik Bener Meriah Usulkan Tenda Pendidikan untuk Dukung Pembelajaran Pascabencana
Lisma Warda | Senin, 12 Januari 2026 | Informasi Pemerintahan Informasi Umum
Bener Meriah — Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah terus melakukan upaya kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana di wilayah setempat, baik akibat bencana hidrometeorologi maupun dalam rangka mendukung penanganan dampak aktivitas Gunung Burni Telong.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Saidi M. Nurdin, S.Pd., M.Pd., saat dimintai keterangan melalui sambungan telepon pada Rabu (7 Januari 2026), menyampaikan bahwa pihaknya terus memastikan kesiapan sekolah-sekolah dalam menyambut kembali aktivitas belajar mengajar pascabencana.
Ia berharap kepada Pemerintah Daerah melalui instansi BPBD Kabupaten Bener Meriah agar dapat melaksanakan pemasangan tenda pendidikan (pleton) di sejumlah sekolah yang terdampak bencana. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung meskipun dalam kondisi darurat pascabencana.
Menurutnya, bantuan tenda pendidikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang pelaksanaan proses belajar mengajar sementara, khususnya dalam rangka kesiapan masuk sekolah yang telah dimulai pada Senin, 5 Januari 2026 lalu.
“Pemasangan tenda pendidikan ini diharapkan dapat membantu pihak sekolah sehingga proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan aman dan nyaman sambil menunggu penanganan lebih lanjut terhadap bangunan sekolah yang terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah juga menerima laporan terkait kerusakan fasilitas sekolah akibat gempa bumi. Kerusakan tersebut baru diketahui setelah berakhirnya masa libur sekolah dan sehari sebelumnya juga dilaporkan oleh masing-masing kepala sekolah dampak kejadian tersebut"tambahnya
Adapun sekolah yang dilaporkan mengalami kerusakan antara lain SD Negeri Teget, Kecamatan Pintu Rime Gayo, yang mengalami retakan bangunan serta penurunan lantai pada salah satu ruang kelas. Kerusakan tersebut dilaporkan terjadi akibat gempa dan hujan yang terus terjadi , Laporan bersumber dari kepala sekolah dan komite sekolah setempat, serta telah diteruskan kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti.
Dengan adanya pemasangan tenda pendidikan serta pendataan kerusakan sekolah, diharapkan para siswa tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran secara optimal meskipun berada dalam situasi darurat pascabencana”tutupnya.(Ra–KominfoBM)