Dinas PPPA dan KB Bener Meriah Perkuat Program Nasional, DASYAT Jadi Andalan Cegah Stunting

Lisma Warda | Selasa, 3 Februari 2026 | Informasi Pemerintahan  Informasi Umum 

Bener Meriah - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (PPPA dan KB) Kabupaten Bener Meriah terus memperkuat pelaksanaan program strategis nasional di daerah. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas PPPA dan KB, Edi Jaswin, SKM., M.Si, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, program yang dijalankan mengacu pada penguatan pembangunan keluarga berencana melalui berbagai kegiatan turunan dari program nasional, di antaranya KUIKWIN KEMENDUK BANGGA, GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Sekolah Lansia, penguatan PAUD, TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), DICARE, SIDAYA, serta sejumlah kegiatan lainnya yang dilaksanakan oleh Dinas PPPA dan KB.

Salah satu program unggulan yang saat ini terus dikembangkan adalah Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASYAT) sebagai upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bener Meriah.

“Untuk Kabupaten Bener Meriah, sampai dengan tahun 2025, dari total 232 desa, kami sudah melakukan edukasi kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan kader di 165 desa atau sekitar 71 persen. Artinya, penguatan Dapur Sehat Atasi Stunting sudah menjangkau sebagian besar desa,” ujar Edi Jaswin.

Pemanfaatan Dapur Sehat Atasi Stunting Menurutnya, DASYAT memiliki sejumlah manfaat utama. Pertama, penguatan penyediaan makanan bergizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang terjangkau bagi keluarga berisiko stunting.

Kedua, dari sisi edukasi, program ini memberikan pendidikan gizi dan perilaku hidup sehat, termasuk peningkatan pengetahuan keluarga tentang gizi seimbang, pola asuh, serta pengelolaan makanan sehat yang bersumber dari pekarangan rumah dan bahan pangan lokal.

Ketiga, DASYAT mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal. Masyarakat, melalui kader desa, digerakkan untuk memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, sehingga tercipta kemandirian pangan khususnya bagi keluarga berisiko stunting.

Selain itu, program ini juga menekankan penyediaan bahan pangan lokal yang mudah dijangkau oleh ibu hamil, baduta, dan keluarga berisiko stunting. Tim Pendamping Keluarga bersama kader desa didorong mengembangkan olahan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Perubahan Perilaku dan Keberlanjutan DASYAT juga diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku keluarga agar terbiasa dengan pola konsumsi sehat dan berkelanjutan, serta membuka peluang kemandirian ekonomi melalui pembentukan kelompok usaha berbasis bahan pangan lokal.

“Pendekatan keberlanjutan sangat penting. Program ini diharapkan bisa terus berjalan secara mandiri di desa, termasuk di posyandu melalui pemberian makanan tambahan yang bisa didukung dana desa dengan konsep Dapur Sehat Atasi Stunting,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendekatan DASYAT juga sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan anak PAUD, yang diharapkan tetap mengusung konsep pemanfaatan pangan lokal.

Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor lebih lanjut, Edi Jaswin menegaskan bahwa DASYAT mengajarkan pentingnya kerja sama lintas sektoral di tingkat desa dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Kami berharap Tim Pendamping Keluarga dan masyarakat yang sudah mendapat penguatan terus berinovasi dan meningkatkan sinergi program. Melalui DASYAT, masyarakat semakin memahami pentingnya gizi seimbang, sehingga angka stunting di Kabupaten Bener Meriah dapat terus ditekan,” pungkasnya.( JT- DiskominfoBM)