Camat Syiah Utama Sampaikan Penanganan Longsor Dihentikan Sementara Akibat Hujan Lebat
Lisma Warda | Senin, 12 Januari 2026 | Informasi Pemerintahan Informasi Umum
Bener Meriah — Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Bener Meriah, dan mengakibatkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum. Dampak paling signifikan dirasakan pada infrastruktur jalan dan jembatan penghubung di beberapa wilayah terdampak, terutama di Kecamatan Syiah Utama.
Camat Syiah Utama, Mustakim, saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Kamis (8/1/2026), menyampaikan laporan perkembangan penanganan longsor susulan di ruas jalan menuju Kecamatan Samar Kilang. Ia menjelaskan bahwa kegiatan penanganan sementara waktu dihentikan akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.
“Penanganan longsor susulan di jalan menuju Samar Kilang hari ini dihentikan sementara karena hujan deras sejak pagi, guna menghindari terjadinya kecelakaan kerja,” ujar Mustakim.
Ia menambahkan, hingga saat ini masyarakat Kecamatan Syiah Utama masih menantikan penanganan lanjutan dari Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, khususnya pada sejumlah titik di Kecamatan Samar Kilang yang belum sepenuhnya tertangani.
Terputusnya akses jalan dan jembatan berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok serta pendistribusian hasil pertanian menuju Kecamatan Bandar dan pusat ibu kota Kecamatan Samar Kilang.
Mustakim juga menyampaikan bahwa alat berat masih diarahkan menuju lokasi Jembatan Rusip. Namun, penanganan lanjutan diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa hari ke depan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan medan di lapangan.
Ia berharap tidak terjadi lagi longsor susulan yang menutupi badan jalan akibat faktor alam, sehingga masyarakat dapat kembali melintasi jalur tersebut dengan aman dan menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk pengangkutan hasil pertanian serta kebutuhan bahan pokok.
Untuk mempercepat perbaikan akses jalan, pihak Kecamatan Syiah Utama masih membutuhkan dukungan tambahan berupa suplai bahan bakar minyak (BBM) guna mengoperasikan dua unit alat berat ekskavator.
Sebelumnya, Mustakim juga menyampaikan bahwa penanganan jalan menuju kawasan Air Terjun Kampung Tembolon yang sempat berlumpur telah dilakukan penimbunan material batu dan pasir. Saat ini, kondisi jalan dinilai lebih aman dan nyaman untuk dilalui.
Sementara itu, berdasarkan data BPBD Kabupaten Bener Meriah, sebelumnya terdapat empat titik longsoran yang belum tertangani. Kini, seluruh titik tersebut telah ditangani, terutama di sekitar Jembatan Rusip dan Jembatan Keken yang merupakan akses vital bagi mobilitas serta aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui BPBD terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan lanjutan pascabencana. Masyarakat diimbau untuk tetap bersabar, waspada, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama. (Ra–KominfoBM)