Cabang Dinas Pendidikan Bener Meriah Sampaikan Program Kesiswaan 2026, Fokus Pemulihan Pasca Bencana
Lisma Warda | Rabu, 28 Januari 2026 | Informasi Pemerintahan Informasi Umum
Bener Meriah – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bener Meriah menyampaikan sejumlah program kesiswaan tahun 2026 yang akan dijalankan di satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB. Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bener Meriah, Subandi, S.Si., M.Si, saat diwawancarai melalui telepon. (27/01/2026)
Subandi menjelaskan, terdapat enam program utama kesiswaan tahun 2026 yang menjadi fokus pembinaan peserta didik.
Program pertama adalah pemantauan, monitoring, dan evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026–2027 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB di wilayah Bener Meriah.
Kedua, pendataan dan pengelolaan data siswa secara menyeluruh, meliputi data per jenjang, per jenis kelamin, per rombongan belajar (rombel), serta pendataan siswa berprestasi, siswa dari keluarga kurang mampu, yatim piatu, dan siswa yang masuk dalam program Indonesia Pintar serta program bantuan lainnya.
Ketiga, pemantauan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB agar berjalan sesuai ketentuan dan mendukung adaptasi siswa baru.
Keempat, monitoring pelaksanaan seleksi bakat dan minat siswa di bidang akademik maupun non-akademik tahun 2026, baik di tingkat kabupaten maupun yang difasilitasi pemerintah.
Kelima, pemantauan program pengembangan potensi dan prestasi siswa di masing-masing satuan pendidikan, guna mendorong peningkatan kualitas dan daya saing peserta didik.
Keenam, pemantauan pembinaan karakter dan disiplin siswa di SMA, SMK, dan SLB sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Selain program reguler tersebut, Subandi juga menegaskan adanya program kesiswaan pasca bencana yang menjadi perhatian khusus tahun 2026.
“Pasca bencana, kami menekankan beberapa langkah pemulihan bagi siswa,” ujarnya.
Program pertama adalah trauma healing yang dilakukan oleh guru Bimbingan Konseling (BK) di satuan pendidikan, baik bagi siswa yang terdampak langsung maupun tidak langsung, agar kondisi psikologis siswa pulih dan motivasi belajar kembali tumbuh.
Kedua, penerapan pembelajaran berbasis alam (nature-based learning), di mana berbagai mata pelajaran akan mengaitkan materi pembelajaran dengan peristiwa bencana yang terjadi sebagai bagian dari penguatan pemahaman kontekstual siswa.
Ketiga, pembuatan posko penerimaan bantuan di lingkungan pendidikan untuk menyalurkan bantuan kepada pihak yang terdampak bencana.
Keempat, penyaluran bantuan kepada siswa dan warga sekolah yang terdampak langsung banjir bandang di wilayah Bener Meriah.
Kelima, fasilitasi pengumpulan donasi dari SMA, SMK, dan SLB untuk disalurkan kepada korban bencana, baik di dalam maupun luar kabupaten.
Subandi berharap seluruh program tersebut dapat berjalan optimal demi mendukung pemulihan serta pengembangan potensi peserta didik di Bener Meriah.
“Tujuan utamanya adalah memastikan siswa tetap mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, sekaligus pulih secara mental dan sosial pasca bencana,” tutupnya. (JT-DISKOMINFOBM)