Buka FGD Dalam Angka 2026, Sekda Riswandika Putra Harapkan Agar Arah Kebijakan Pembangunan Daerah Bisa Selaras Dengan Pemerintah Pusat.
Lisma Warda | Kamis, 12 Februari 2026 | Informasi Pemerintahan Informasi Umum
Redelong : Bupati Bener Meriah yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Riswandika Putra, S.STP.,M.AP secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) daerah dalam angka 2026 dan evaluasi forum satu data Indonesia serta sosialisasi Sensus Ekonomi di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Bener Meriah. Rabu (11-02-2026).
Dalam arahannya, Sekda Bener Meriah Riswandika Putra, S.STP., M. AP menyampaikan, sesuai arahan Presiden pada kegiatan Rakornas yang berlangsung di Sentul, yang dihadiri hampir seluruh pejabat, provinsi, daerah. Presiden menyebutkan, bahwa ketergantungan pemerintah daerah, pemerintah pusat terhadap data yang disajikan oleh BPS ini adalah sebagai salah satu alat arah dan awal kebijakan pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah.
Kata Sekda Bener Meriah itu, data merupakan fondasi utama dalam percepatan dan pengambilan kebijakan pembangunan. Kebijakan yang baik hanya dapat dihasilkan dari data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggung jawabkan, oleh karena itu, penyusunan daerah dalam angka menjadi sangat penting sebagai rujukan resmi bagi pemerintah daerah, tentunya ini merupakan cermin kondisi daerah. Data yang akurat dan up to date adalah pondasi perencanaan yang berbasis bukti.
“Untuk itu saya tekankan kepada kita semua yang hadir saat ini untuk tidak bermain-main dengan data yang bapak-ibu sajikan. Realnya dan betulnya data ini sebagai dasar awal ketika pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan arah pembangunan daerah itu sendiri. Maka dari itu, saya minta sekali lagi dalam acara ini, agar bapak-ibu jangan bermain-main dengan data,” ujar Riswandikan Putra. S.STP.,M.AP.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Bener Meriah Devi Indriastuti, SST., M.Si dalam laporannya menyebutkan, bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh BPS saat itu ada tiga kegiatan, yaitu FGD daerah dalam angka 2026 dan evaluasi forum satu data Indonesia serta sosialisasi Sensus Ekonomi.
Kegiatan hari ini katanya, untuk membahas tetang penyusunan data statistik sektoral di masing-masing dinas, sehingga para peserta mengetahui fungsi masing-masing data yang di hasilkan dan di publikasikan dalam daerah dalam angka. Terkait agenda kedua, disebutkan Devi, bahwa dalam forum tersebut akan dilakukan evaluasi forum satu data masing-masing dinas, seperti melihat kinerja masing-masing dinas dalam pengumpulan data statistik sektoral dari masing-masing dinas dan instansi. Terkait acara yang ketiga adalah sosialisasi Sensus Ekonomi yang akan dilaksankan pada tanggal 1 Mei sampai dengan 31 Juli 2026. Sensus ini akan berjalan selama 3 bulan. Di bulan Mei BPS akan melakukan pendataan untuk usaha besar, dan pada bulan Juni serta Juli baru pendataan secara dor to dor untuk usaha menengah dan kecil.