Bener Meriah Diguncang Gempa M 2,5, Pihak Berwenang Pastikan Aktivitas Gunung Burni Telong Stabil dan Aman
Lisma Warda | Senin, 5 Januari 2026 | Informasi Pemerintahan Informasi Umum
REDELONG – Kabupaten Bener Meriah kembali mengalami guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,5 pada Senin pagi, 29 Desember 2025, pukul 06.09 WIB. Meskipun getaran dirasakan, otoritas setempat segera mengeluarkan pernyataan untuk menenangkan masyarakat, menegaskan bahwa aktivitas Gunung Api Burni Telong di wilayah tersebut tetap dalam kondisi terkendali.
Berdasarkan data yang tercatat, pusat gempa diidentifikasi berada di kedalaman 10 kilometer di Bener Meriah, sekitar 7 kilometer dari daerah Tingkem Benyer, Kecamatan Bukit. Guncangan ini disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi di bawah permukaan.
Ketua Pusat Data dan Informasi Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, memastikan bahwa insiden gempa ini tidak berdampak signifikan terhadap kondisi vulkanik Gunung Burni Telong. "Setelah berkoordinasi dengan petugas pos pantau, kami dapat pastikan bahwa meskipun terjadi gempa, status Gunung Burni Telong masih berada pada Level II (Waspada) dan alhamdulillah keadaannya aman," ujar Ilham pada Senin (29/12/2025).
Ilham Abdi juga secara tegas mengimbau seluruh warga Bener Meriah agar tidak panik dan berhati-hati terhadap penyebaran informasi palsu atau hoaks. Masyarakat diminta untuk selalu memverifikasi segala kabar melalui sumber-sumber resmi, seperti media center Pemerintah Kabupaten atau Badan Geologi.
Secara terpisah, laporan dari Pos Pengamatan Gunung Burni Telong, yang berada di bawah naungan KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG, menunjukkan bahwa kondisi visual gunung terpantau cerah hingga berawan, dengan suhu udara berkisar antara 18 hingga 25°C dan nihilnya asap kawah.
Namun, dari sisi kegempaan, alat pemantau mencatat adanya aktivitas internal yang intens, meliputi:
• 4 kejadian gempa Vulkanik Dangkal.
• 10 kejadian gempa Vulkanik Dalam.
• 2 kejadian gempa Tektonik Jauh.
Mengingat status Level II (Waspada) yang masih berlaku, pihak berwenang merekomendasikan kepada masyarakat dan pendaki untuk tidak memasuki atau mendekati area kawah Burni Telong dalam radius 3 kilometer. Selain itu, area fumarola dan solfatara juga harus dihindari, terutama saat kondisi cuaca mendung atau hujan. (HA/DiskominfoBM)