Belasan Mobil Pengangkut BBM dan LPG yang Terjebak Telah Dievakuasi oleh Pihak Gabungan
Lisma Warda | Senin, 29 Desember 2025 | Informasi Pemerintahan Informasi Umum
BENER MERIAH | 26 Desember 2025 – Sebanyak sebelas unit mobil pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) terjebak dalam kondisi sulit di jalur Wih Ni Pase, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah. Pihak gabungan dari TNI dan PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) dikerahkan untuk melakukan upaya evakuasi maksimal terhadap kendaraan-kendaraan penting ini.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi, S.Pd., M.Pd., yang diwakili Staf Pelaksana, Hendra Yenko saat diwawancarai melalui telefon pada Jumat (26/12/2025) menjelaskan bahwa insiden ini melibatkan iring-iringan 11 unit mobil LPG.
Satu unit mobil pertama dilaporkan terjebak dalam kondisi "lengket" di lokasi selama kurang lebih 14 jam, terhitung mulai dari pukul 18.00 sore hingga pukul 08.00 pagi. "Satu yang lengket dari jam 6 sore sampai jam 8 pagi, kemudian dibantu oleh pihak PU PR dan TNI untuk dievaluasi," jelas Hendra Yenko.
Tak lama berselang, satu unit mobil kedua juga mengalami kondisi serupa dan langsung mendapatkan bantuan dari personel TNI dan PU.
Saat ini, alat-alat berat milik TNI dan PU PR sedang bekerja secara maksimal untuk mengeluarkan seluruh muatan LPG, migas, dan BBM yang tertahan. Situasi ini diperparah dengan antrean kendaraan pengangkut BBM lainnya.
"Untuk BBM hari ini ada 2 unit yang menunggu, menyusul ada 4 unit yang akan segera bergabung," tambah Hendra.
Upaya evakuasi ini diprioritaskan mengingat pentingnya pasokan BBM dan LPG bagi masyarakat. Tim gabungan bertekad agar kendaraan dapat segera bergerak untuk memastikan distribusi logistik vital ini tidak terganggu lebih lama(Tim/kominfoBm)