Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Bener Meriah Ikuti Rakor PID Minggu Ke-3 Bulan April Tahun 2026 Dengan Sekjen Kemendagri Secara Virtual.

- | Senin, 27 April 2026 | Informasi Pemerintahan  Informasi Umum 

Redelong : Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bener Meriah ikuti rakor mingguan tentang pengendalian Inflasi Daerah dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual, Senin (20-04-2026) dari ruang Saber Pungli lantai 2 Setdakab Bener Meriah.

Rakor TPID yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si di rangkai dengan evaluasi dukungan Pemerintah daerah dalam program 3 juta rumah dan sosialisasi penyelenggaraan jaminan produk halal. Kegiatan rakor PID mingguan ini di ikuti juga, baik secara virtual maupun secara langsung oleh kementerian, lembaga serta gubernur, Bupati dan walikota beserta jajarannya se-Indonesia. Sementara itu, diruang Saber Pungli Setdakab Bener Meriah, kegiatan ini di ikuti oleh Kabag Perekonomian dan SDA Setdakab Bener Meriah Ihsan, ST., M.Ling serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Bener Meriah.

Usai menghadiri acara, Kabag Perekonomian dan SDA Setdakab Bener Meriah Ihsan, ST., M.Ling menyampaikan, penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada Minggu ke-3 Bulan April 2026 sebesar -0,46% di Kabupaten Bener Meriah, IPH tertinggi keenam di Aceh. Pada umumnya, disebabkan oleh penurunan harga komoditas pangan yang memicu deflasi daerah. 

"Berdasarkan laporan rapat pengendalian inflasi daerah dan data pemerintah daerah, faktor utamanya adalah, disebabkan Penurunan harga komoditas pangan. Fluktuasi pasokan dan distribusi bahan pangan. Faktor cuaca dan distribusi pangan. Masuknya masa panen cabe merah dan bawang merah di tingkat petani dan Perubahan pasokan dari daerah produsen," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikannya, Komoditas yang berpengaruh terhadap penurunan IPH di Bener Meriah antara lain, Cabai Merah - 0.45%., Bawang Merah - 0,13 %., Daging Ayam - 0,12 %. Penurunan harga komoditas tersebut memberikan kontribusi besar terhadap perubahan IPH karena merupakan kebutuhan masyarakat.