Penutupan Pelatihan Tenun Bagi Pengrajin Binaan Dekranasda Kabupaten Bener Meriah

PPID Utama | Jumat, 24 Juli 2026 | Informasi Pemerintahan  Informasi Umum 

Bener Meriah – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bener Meriah resmi menutup kegiatan Pelatihan Tenun Bagi Perajin Binaan Dekranasda Kabupaten Bener Meriah yang mengusung tema "Meningkatkan Kreativitas dan Kualitas Kerajinan Tenun Tradisional Gayo". Kegiatan yang berlangsung sejak 22 Juni hingga 6 Juli 2026 tersebut dilaksanakan di Mess Pemda Bener Meriah dan diikuti oleh para pengrajin binaan Dekranasda Kabupaten Bener Meriah.

Acara penutupan dihadiri langsung oleh Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar bersama Wakil Bupati Ir. H. Armia, Ketua Dekranasda Kabupaten Bener Meriah Ny. Meutia Fauziah Tagore, Wakil Ketua Dekranasda Ny. Puspita Wati Armia, Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah Riswandika Putra, S.S.TP., M.AP. beserta istri Ny. Use Ferawati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab Dr. Samusi Purnawira Dade, S.H., S.IP., M.Si., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Riemas, A.M., serta sejumlah kepala perangkat daerah dan tamu undangan lainnya.

Turut hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah Husaini, S.Pd., M.Pd. Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Abd. Kadir, S.T., M.Si. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sukri Tomtars, S.E., M.AP. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika yang diwakili Syafrianda, S.E. Kepala Dinas Perdagangan Rahmayanti, S.E., M.M. Perwakilan Dinas Koperasi, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Bappeda Kabupaten Bener Meriah, PT Bank Aceh Syariah Cabang Bener Meriah yang diwakili Andri Syahputra, serta para undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar menyampaikan bahwa tenun tradisional Gayo, khususnya motif dan lambang Kerawang Gayo, memiliki sejarah dan nilai budaya yang sangat penting sebagai warisan budaya Nusantara. Menurutnya, pelestarian tenun Gayo bukan hanya menjaga identitas budaya daerah, tetapi juga merupakan bagian dari upaya mempertahankan kekayaan budaya bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bupati juga berharap hasil pelatihan ini mampu melahirkan pengrajin yang semakin kreatif dan menghasilkan produk tenun berkualitas tinggi sehingga memiliki daya saing di pasar yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bener Meriah akan terus mendorong kolaborasi dengan sektor perbankan serta perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Ketenagakerjaan, untuk mendukung pengembangan usaha para pengrajin tenun di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Bener Meriah Ny. Meutia Fauziah Tagore menyampaikan bahwa pelatihan tenun yang telah dilaksanakan merupakan salah satu komitmen Dekranasda dalam meningkatkan keterampilan para perajin binaan. Selain sebagai upaya melestarikan warisan budaya Gayo, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kualitas produk tenun sehingga mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

"Melalui pelatihan ini kami berharap para pengrajin dapat terus mengembangkan kreativitas, menghasilkan karya yang berkualitas, serta menjadikan tenun tradisional Gayo sebagai produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur," ujar Ny. Meutia Fauziah Tagore.

Dengan berakhirnya pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama Dekranasda berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para pengrajin agar tenun tradisional Gayo semakin dikenal luas, menjadi kebanggaan masyarakat Bener Meriah, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan para pelaku usaha kerajinan daerah.(MD.KOMINFO BM)