KONFLIK GAJAH LIAR, SEJUMLAH SEKOLAH DI KECAMATAN PINTU RIME GAYO TERPAKSA DILIBURKAN DEMI KESELAMATAN SISWA
PPID Utama | Jumat, 6 November 2026 | Informasi Pemerintahan Informasi Umum
Bener Meriah – Dampak konflik antara manusia dan kawanan gajah liar yang masih berlangsung di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, kini turut berdampak terhadap sektor pendidikan. Sejumlah sekolah terpaksa meliburkan aktivitas pembelajaran tatap muka sementara waktu demi menjamin keselamatan para siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi darurat bencana nonalam akibat konflik manusia dengan gajah liar di wilayah Kecamatan Pintu Rime Gayo yang hingga saat ini masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bener Meriah.
Berdasarkan laporan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, terdapat 11 satuan pendidikan yang untuk sementara waktu terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
Adapun sekolah-sekolah tersebut meliputi:
1. SD Negeri Jalung SP 1.
2. SD Negeri Pantan Lah.
3. SD Negeri Antara 40.
4. SD Negeri Dirgantara KM 38.
5. SMP Negeri 2 Pintu Rime Gayo KM 40.
6. SMP Negeri 4 Pintu Rime Gayo.
7. SD Negeri Ulu Naron.
8. SD Negeri Tran Teget SP 2.
9. SD Negeri Pancar Jelobok.
10. SMP Negeri 5 Satu Atap Pancar Jelobok.
11. SD Negeri Pantan Sinaku.
Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bener Meriah menyampaikan bahwa langkah peliburan sementara sekolah tersebut merupakan bentuk upaya mengutamakan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, di tengah situasi konflik gajah liar yang belum sepenuhnya terkendali.
“Keselamatan anak-anak kita adalah prioritas utama. Pemerintah daerah memahami bahwa kegiatan pendidikan sangat penting, namun dalam kondisi darurat seperti ini, keselamatan siswa dan tenaga pendidik harus menjadi pertimbangan yang paling utama,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui perangkat daerah terkait terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan. Dinas Pendidikan juga diharapkan dapat mengupayakan alternatif pembelajaran agar proses pendidikan anak-anak tetap berlangsung selama kondisi belum memungkinkan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Pemkab Bener Meriah mengimbau kepada para orang tua, pihak sekolah, serta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak membiarkan anak-anak beraktivitas di lokasi yang berpotensi menjadi jalur lintasan maupun area keberadaan kawanan gajah liar.
Pemerintah daerah juga berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah pusat serta instansi berwenang untuk penanganan konflik gajah liar yang telah berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, termasuk terganggunya pelayanan pendidikan di Kecamatan Pintu Rime Gayo.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama.