Bupati Tagore Letakkan Batu Pertama Pembangunan 64 Unit Huntap di Wih Pesam
PPID Utama | Rabu, 7 Oktober 2026 | Informasi Pemerintahan Informasi Umum
Redelong : Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar meletakkan batu pertama pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Selasa (06-10-2026).
Bangunan sebanyak 64 unit rumah Huntap tersebut berasal dari APBN melalui Kementerian Perumahan, sementara lahannya milik Pemerintah Kabupaten Bener Meriah seluas 1,4 hektare. Adapun tipe rumah yang akan di banguna tipe 36 plus. Di lokasi tersebut nantinya dilengkapi dengan sarana olahraga. Huntap ini diperuntukkan terutama bagi masyarakat Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam yang menjadi korban bencana hidrometeorologi. Sebagian besar warga terdampak tersebut bekerja sebagai buruh serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bupati Tagore mengatakan, pemerintah daerah berkewajiban menyediakan lahan untuk pembangunan hunian tetap bagi masyarakat yang kehilangan rumah dan tanah akibat bencana. “Pemerintah Daerah Bener Meriah berkewajiban memberikan tanah untuk membangun hunian tetap bagi para korban bencana hidrometeorologi. Para korban ini sebagian besar bekerja sebagai buruh serabutan atau dalam bahasa Gayo disebut mangan ongkosen. Saat bencana terjadi, rumah dan tanah mereka habis terdampak bencana,” ujar Tagore.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati meminta pihak rekanan dapat menyelesaikan pembangunan Huntap dalam waktu tiga bulan ke depan. Ia menilai, lokasi pembangunan relatif mudah dijangkau dan kebutuhan material juga tidak sulit diperoleh.
Bupati Tagore juga mendorong agar kawasan Huntap nantinya tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi dapat dikembangkan sebagai kawasan yang mendukung peningkatan perekonomian masyarakat. Ia mengusulkan adanya tempat usaha, seperti kawasan kuliner, yang dapat dimanfaatkan oleh para penghuni Huntap untuk menambah pendapatan keluarga. “Lokasi Huntap ini berada di jalan nasional. Tentunya banyak pengguna jalan yang akan melewati kawasan ini. Dengan adanya tempat kuliner, para pengguna jalan dapat mampir untuk menikmati kuliner yang disediakan. Dengan begitu, penghuni Huntap dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah ekonomi keluarga,” katanya.
Selain pembangunan Huntap di Wih Pesam, Bupati Tagore juga meminta pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan Huntap di sejumlah lokasi lain di Kabupaten Bener Meriah. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat dapat memberikan perhatian terhadap masyarakat Bener Meriah yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Menurutnya, Bener Meriah merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak cukup parah akibat bencana tersebut sehingga percepatan pembangunan hunian tetap sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat kembali menjalani kehidupan secara layak. “Kita berharap pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dapat menyegerakan pembangunan Huntap-Huntap lainnya di wilayah Bener Meriah,” ujarnya.
Selain dukungan pemerintah pusat, Tagore juga mengharapkan peran para donatur dan lembaga kemanusiaan untuk turut membantu percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana. “Kita juga berharap kepada donatur seperti Buddha Suci hadir di Bener Meriah, supaya bisa mempercepat masyarakat terdampak keluar dari kesulitan ini,” harapnya.
Lebih lanjut, Tagore menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Huntap bagi masyarakat terdampak di kawasan Uning Mas, Kecamatan Syiah Utama (Samar Kilang). “Kita juga akan memperjuangkan masyarakat lainnya yang terdampak bencana hidrometeorologi,” pungkasnya.
Sementara itu, Ginting yang merupakan pihak dari rekanan Perwakilan PT. Silumba Lumba Bintang Sempurna menyebutkan Huntap ditargetkan rampung pada Desember 2026 selama 85 hari kerja.