Bupati Ir. Tagore Abubakar Ikuti FGD Penanganan Sektor Pertanian dan Irigasi Terdampak Pascabencana Aceh.
PPID Utama | Senin, 10 Agustus 2026 | Informasi Pemerintahan Informasi Umum
Banda Aceh : Bupati Bener Meriah menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dan diseminasi publik untuk membahas penanganan sektor pertanian dan irigasi yang terdampak bencana di Aceh, Jumat (07-08-2026) di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.
Kegiatan FGD yang diselenggarakan oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh di hadiri oleh Kepala Posko Wilayah Satgas PRR, perwakilan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum., unsur pemerintah daerah dari wilayah terdampak bencana, serta akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Malikussaleh (Unimal), dan Universitas Samudra (Unsam).
Sementara itu, Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar tampak di dampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bener Meriah Dr. Samusi Purnawira Dade,SH., S.IP., M.Si., Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bener Meriah Alfahmi, ST., M.AP.Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Uswatun Hasanah, S.P., M.P., Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bener Meriah Ilham Abdi, S.STP., M.AP.
Focus Group Discussion yang dipimpin langsung oleh Ketua Satgas PRR Aceh tersebut membahas terkait perumusan kebutuhan sektor pertanian dan sektor irigasi pascabencana hidrometeorologi khususnya daerah terdampak di wilayah Aceh. Langkah ini ditujukan untuk mengembalikan pasokan air, menggerakkan kembali aktivitas tanam petani, serta memperkuat ketahanan pangan daerah pascabencana hidrometeorologi.
Dalam pertemuan itu, Bupati Bener Meriah Ir. H. Tagore Abubakar memaparkan terkait kerusakan lahan dan irigasi dampak dari bencana hidrometeorologi yang terdiri di Bener Meriah yang memerlukan perhatian khusus serta perbaikan segere, mengingatkan saat ini itensitas hujan di wilayahnya tinggi. " Kami berharap program yang sudah direncanakan segera direalisasikan mengingat cuaca di wilayah Kabupaten Bener Meriah yang seharusnya kemarau justru terjadi hujan," terangnya.
Selain itu, orang nomor satu di kabupaten penghasil kopi terbaik dunia itu juga mempertanyakan terkait penanganan sungai dan anak sungai di Kabupaten Bener Meriah agar segera dilakukan. Mengingat intensitas hujan, dikhawatirkan berpotensi banjir akan kembali terjadi.
Dalam acara FGD saat itu, Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar, menyoroti krisis ketahanan pangan dan infrastruktur pertanian yang signifikan di Kabupaten Bener Meriah. Berikut adalah rincian data pertanian dan irigasi yang disampaikan Bupati Bener Meriah Luas sawah eksis: 605 hektar. Produksi beras: 794 ton/tahun. Kebutuhan beras: 16.873 ton/tahun. Defisit beras: 16.124 ton/tahun. Kekurangan lahan: 4.845 hektar sawah baru dibutuhkan untuk memenuhi swasembada. terkait kondisi infrastruktur Irigasi. Total daerah irigasi: 31 titik. Total cakupan luas: 981 hektar. Rusak berat: 20 titik (64.5%). Rusak ringan/sedang: 5 titik (16.1%). Tingginya angka kerusakan irigasi (mencapai lebih dari 80% total titik) menjadi faktor utama rendahnya produktivitas lahan sawah yang ada di Bener Meriah.