BPBD Bener Meriah Imbau Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Prediksi Curah Hujan Oktober - Desember 2026
PPID Utama | Senin, 21 September 2026 | Informasi Pemerintahan Informasi Umum
BENER MERIAH — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi perubahan intensitas curah hujan selama periode Oktober hingga Desember 2026.
Imbauan ini disampaikan berdasarkan Prediksi Curah Hujan Provinsi Aceh Periode Oktober s.d. Desember 2026 yang diterbitkan oleh Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dengan model ECMWF Terkerokes, periode Oktober–Desember 2026, versi 2026.09.01.
Berdasarkan dokumen tersebut, prediksi curah hujan wilayah Kabupaten Bener Meriah adalah sebagai berikut:
1. Oktober 2026
- Curah hujan tinggi (300–500 mm/bulan): Kecamatan Syiah Utama dan Timang Gajah.
- Curah hujan menengah (150–300 mm/bulan): Kecamatan Bandar, Bener Kelipah, Bukit, Gajah Putih, Mesidah, Permata, Pintu Rime Gayo, Syiah Utama, Timang Gajah, dan Wih Pesam.
2. November 2026
Dokumen prediksi BMKG mencantumkan seluruh wilayah Kabupaten Bener Meriah dalam kategori curah hujan menengah (150-300 mm/bulan) hingga tinggi (300–500 mm/bulan
3. Desember 2026
Diprediksi Curah hujan Kabupaten Bemer Meriah berada pada kategori menengah (150–300 mm/bulan)
Masyarakat Diminta Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, S.STP, MAP, menyampaikan bahwa prediksi curah hujan merupakan informasi penting dalam mendukung upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bener Meriah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya pada wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi.”
Menurutnya, masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama saluran drainase, aliran sungai, lereng, serta kawasan yang berpotensi mengalami genangan, longsor, dan dampak bencana lainnya.
“Kesiapsiagaan harus dilakukan bersama, mulai dari tingkat keluarga, kampung, kecamatan, hingga seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Jangan menunggu bencana terjadi, mari kita lakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini,” ujar Ilham Abdi.
Langkah Kesiapsiagaan yang Perlu Dilakukan
BPBD Kabupaten Bener Meriah mengajak masyarakat untuk melakukan langkah-langkah berikut:
1. Membersihkan lingkungan dan drainase
Melaksanakan gotong royong membersihkan saluran air, parit, sungai, dan lingkungan sekitar rumah untuk mengurangi potensi genangan serta hambatan aliran air.
2. Meningkatkan kewaspadaan di wilayah rawan longsor
Masyarakat yang tinggal di kawasan lereng dan perbukitan agar memperhatikan kondisi tanah, retakan pada bangunan maupun permukaan tanah, serta perubahan aliran air yang dapat menjadi tanda potensi bencana.
3. Menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB)
Menyiapkan dokumen penting, obat-obatan pribadi, makanan dan minuman, senter, pakaian, serta perlengkapan dasar lainnya yang diperlukan saat terjadi keadaan darurat.
4. Memantau informasi peringatan dini
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi BMKG, BPBD Kabupaten Bener Meriah, dan pemerintah setempat, serta segera melakukan evakuasi apabila terdapat arahan dari petugas.
5. Menjaga keselamatan keluarga dan aset
Mengamankan barang berharga, memperhatikan keamanan instalasi listrik saat terjadi hujan lebat atau genangan, serta menghindari aktivitas di lokasi berbahaya ketika kondisi cuaca memburuk.
BPBD Siagakan Koordinasi Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Bener Meriah terus mendorong penguatan koordinasi bersama pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, relawan, serta unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana selama periode prediksi curah hujan tersebut.
Masyarakat diharapkan dapat segera melaporkan kondisi darurat atau potensi bencana kepada aparat kampung, kecamatan, maupun BPBD Kabupaten Bener Meriah agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, tetapi selalu waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dalam setiap upaya penanggulangan bencana,” tutup Ilham Abdi.